Talkshow Pembelajaran Mendalam, Dorong Peran Aktif Murid di Kelas

WhatsApp Image 2025-11-05 at 20.45.33

Cikeusal, 5 November 2025 — Sebanyak 48 peserta Diklat Pembelajaran Mendalam, yang terdiri dari 24 kepala sekolah dan 24 guru dari berbagai SMP di Kabupaten Serang, mengikuti Talkshow Pembelajaran Mendalam Batch 2 di TPK SMPN 1 Cikeusal dengan tema “Meningkatkan Peran Aktif Murid dalam Pembelajaran Mendalam”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Laboratorium SMPN 1 Cikeusal pada Rabu, 5 November 2025, sebagai bagian dari rangkaian In Service Training (IST) ke-2.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, M.Pd, serta Kasubag BGTK Banten, Apriana Anggraini, M.Pd. Hadir pula para fasilitator pelatihan: Drs. Ilar Subilar, M.Pd, Eroh Muniroh, M.Pd, Ahmad Rofi, S., M.Pd, dan Rosadi, S.Pd yang mendampingi kelas kepala sekolah.

Dalam arahannya kepada peserta, Apriana Anggraeni, M.Pd menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya keberlanjutan praktik pembelajaran:

“Mudah-mudahan pembelajaran yang kita lakukan hari ini benar-benar meresap dalam hati Bapak/Ibu semuanya. Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi kenangan pernah hadir dan pernah bertemu. Mohon agar apa yang kita terima di sini dapat diimplementasikan langsung di ruang kelas.”

Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran yang menyenangkan tidak boleh hanya terjadi pada sesi pemecah suasana (ice breaking), tetapi harus aktif hadir dalam seluruh proses belajar:

 “Pembelajaran harus berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tetapi perlu dipahami bahwa menggembirakan bukan hanya ketika ice breaking saja. Jangan sampai anak-anak hanya gembira saat permainan, tetapi kembali bingung ketika masuk inti pembelajaran. Kegembiraan harus hadir sepanjang proses belajar.”

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dampak pembelajaran perlu dilihat dari perubahan murid:

“Tujuan akhir dari seluruh kebijakan dan program pembelajaran adalah perubahan pada murid. Mari dengarkan suara dan testimoni murid: apa yang berubah pada sikap dan cara belajar mereka setelah Bapak/Ibu menerapkan pembelajaran mendalam.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, M.Pd, memberikan penegasan mengenai pentingnya menjadikan pembelajaran mendalam sebagai budaya sekolah:

“Jangan jadikan ini sekadar program, tetapi jadikan sebagai gerakan. Program itu ada batasnya, ketika selesai bisa berhenti. Tetapi kalau menjadi gerakan, InsyaAllah akan terus hidup dan berkelanjutan di sekolah-sekolah kita.”

Kegiatan talkshow ini berlangsung dalam suasana antusias dan reflektif. Peserta berkesempatan mendengarkan dan mengkaji praktik baik dari para narasumber untuk kemudian diadaptasi sesuai karakteristik sekolah masing-masing.

Kegiatan diakhiri dengan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid, memberi ruang tumbuh, membangun kesadaran belajar, serta menumbuhkan karakter dan kreativitas peserta didik. (NdankDq)