Rapat Koordinasi MKKS dan MGMP/MGBK Kabupaten Serang Bahas Persiapan Bimtek Penyusunan Naskah Soal US-AAS SMP Tahun 2024/2025

3F

Serang, 20 Februari 2025 – Dalam rangka persiapan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Naskah Soal Ujian Sekolah (US) dan Asesmen Akhir Semester (AAS) Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Serang melalui Bidang Kurukulum MKKS, menggelar rapat koordinasi bersama para ketua MGMP dan MGBK melalui Google Meet, Selasa (19/2) malam.

Rapat daring yang berlangsung pukul 20.00 hingga 21.30 WIB ini dihadiri oleh pegurus inti MKKS, anggota tim kerja persiapan bimtek, serta perwakilan MGMP dan MGBK dengan total peserta sekitar 18 orang.

Evaluasi Anggaran dan Perubahan Jadwal Bimtek

Ketua Bidang Kurikulum MKKS Kabupaten Serang, Badru Tamam, menjelaskan bahwa koordinasi ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan rencana pelaksanaan Bimtek penyusunan naskah soal. Semula, kegiatan direncanakan pada 26 Februari 2025, namun karena adanya informasi pemangkasan anggaran dari pemerintah daerah, jadwal dan skema pelaksanaan perlu dikaji ulang.

“Rencana awal kegiatan sudah matang, baik dari rundown maupun jumlah peserta per jenjang. Awalnya satu orang per jenjang, tetapi kemudian direvisi menjadi dua atau lebih. Dengan adanya efisiensi anggaran, pelaksanaan pada 26 Februari menjadi sulit dilakukan. Maka, ada kemungkinan kegiatan dilaksanakan setelah Ramadan atau Lebaran,” jelas Badru Tamam.

Ahmad Sutisna, Bendahara MKKS, mengusulkan agar bimtek tetap dilaksanakan sebelum Ramadan, sehingga bulan Ramadan bisa dimanfaatkan untuk menyusun naskah soal dengan waktu yang lebih panjang. “Kalau ada kendala atau masalah dalam penyusunan, masih ada waktu untuk diperbaiki sebelum ujian berlangsung,” ujarnya.

Arahan Ketua MKKS: Kualitas Soal Harus Tetap Terjaga

Ketua MKKS Kabupaten Serang, Wahid Hasyim, menekankan bahwa meskipun terjadi perubahan dalam skema anggaran, kualitas soal harus tetap menjadi prioritas utama.

“Kita telah sepakat bahwa dalam penyusunan soal, selain bentuk pilihan ganda dan esai, ada kemungkinan menambah variasi lain. Hal ini tentu akan menambah beban kerja MGMP, apalagi dengan pengurangan anggaran. Namun, setengah dari anggaran MKKS bisa dialokasikan untuk kegiatan ini agar tetap berjalan,” ungkap Wahid Hasyim.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun terjadi efisiensi anggaran, bimtek tetap harus dilaksanakan sesuai agenda awal. “Hal-hal teknis lainnya bisa kita musyawarahkan, tetapi yang penting adalah jangan sampai kualitas soal berkurang,” tambahnya.

Usulan dan Alternatif Pelaksanaan Bimtek

Dalam sesi diskusi dan urun rembug, berbagai usulan muncul dari para peserta rapat, di antaranya:

Meli Amiati, dari MGMP Prakarya, mendukung usulan Edi Harnoto, ketua MGMP IPS,  agar tidak dilakukan pegurangan personil dari pembuat naskah soal, yang awalnya merencanakan tiga orang kemudian dimintakan kembali tambahan personil menjadi lima orang per jenjang.  “Kalau dikurangi personilnya, rasanya kurang pas terhadap rekan-rekan kerja. Lebih baik pelaksanaan tetap pada 26 Februari, supaya selama Ramadan kita bisa fokus menyelesaikan naskah soal. Toh sekarang juga kita sudah bisa mulai mengerjakannya,” katanya.

Adang menilai bahwa jika anggaran dari MKKS bisa mencakup seluruh kebutuhan, maka tidak ada masalah untuk melaksanakan bimtek sebelum Ramadan. “Jika nanti setelah Lebaran ada kelanjutan kegiatan dari Dinas Pendidikan, kita bisa tetap menjalankan sesuai agendanya. Mungkin setelah Lebaran bisa fokus pada evaluasi saja,” tambahnya.

Holid mengangkat pertanyaan mengenai jadwal pelaksanaan US. “Pelaksanaan US itu kira-kira di awal Mei, baru kemudian AAS semester genap diperkirakan pada Juni. Namun, tetap harus menunggu juknis resmi dari Dinas Pendidikan,” jelas Badru Tamam, jawabnya.

Kesepakatan Akhir: Tetap Dilaksanakan Sebelum Ramadan

Setelah mendengar berbagai masukan, Ketua dan Bendahara MKKS menyatakan kesiapan untuk tetap melaksanakan bimtek sebelum Ramadan, tepatnya pada 27 Februari 2025, mengingat tanggal 26 februari berbenturan dengan agenda lain, dengan menyesuaikan mekanisme pelaksanaan agar tetap efisien.

Sebagai tindak lanjut, hasil rapat ini akan dikomunikasikan kembali dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian. Diharapkan ada solusi terbaik untuk memastikan kelancaran pelaksanaan bimtek, tanpa mengorbankan kualitas soal yang akan digunakan dalam US-AAS di jenjang SMP. (dq)