Proses Pembelajaran Bermakna Jadi Kunci Mutu Pendidikan, Kadisdikbud Kab. Serang: Tekankan Peran Guru sebagai Pendidik
Serang, 05 November 226 — Kegiatan Talkshow Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan pada Program Pembelajaran Mendalam kali ini berlangsung hangat dan reflektif. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala sekolah, guru, serta fasilitator yang tergabung dalam Peserta Pelatihan PM Batch 2 di TPK SMPN 1 Cikeusal Kabupaten Serang. Acara ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman pembelajaran, tetapi juga ruang penguatan visi tentang pentingnya perubahan paradigma pembelajaran di sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas proses pembelajaran yang berlangsung di kelas.
“Pendidikan akan bermutu, lulusan akan bermutu kalau prosesnya bermakna. Jangan berharap lulusan bermutu kalau prosesnya tidak bermutu,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa guru memegang posisi sentral dalam menghasilkan proses pembelajaran yang bermakna. Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi pendidik yang harus mampu menuntun murid memahami makna, memaknai pengalaman, dan menghubungkannya dengan kehidupan.
“Tugas guru bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik. Keberhasilan pendidikan bukan hanya sekedar murid tahu, tetapi harus paham, ngerti, dan bisa,” tegasnya.
Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa deep learning merupakan pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada murid untuk berpikir, berproses, mempraktikkan, dan merefleksikan. Pembelajaran tidak berhenti pada tahap membaca atau menghafal, melainkan menuntut aksi dan penerapan.
“Belajar yang paling rendah itu membaca. Setelah itu bermain peran, simulasi, mempraktikkan. Deep learning itu menuntut murid mempraktikkan. Anak jangan hanya jadi objek pembelajaran, tapi jadi subjek yang berpikir, menjelaskan, dan menerjemahkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya perencanaan pembelajaran yang matang. Guru perlu memahami arah capaian, menentukan pendekatan dan metode, serta memastikan penilaian yang tepat agar pembelajaran berjalan terarah.
“Kita harus sampai sebelum berangkat. Artinya guru tahu dulu tujuannya apa, pendekatannya apa, metodenya apa, dan penilaiannya seperti apa. Semua harus berkorelasi,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa meskipun materi dalam kurikulum tampak sempit, guru harus mampu memperluas konteks agar pembelajaran menjadi relevan, bermakna, dan dekat dengan realitas yang dialami murid.
“Sekalipun materi dalam kurikulum sempit, dalam pembelajaran guru harus bisa mengeksplorasi secara luas. Gurunya harus cerdas, harus bisa mengembangkan materi,” pesannya.
Pada akhir penyampaiannya, beliau menutup dengan penegasan bahwa mutu pendidikan dimulai dari mutu proses, dan mutu proses ditentukan oleh mutu guru yang merdeka dalam merancang dan menuntun pembelajaran. (Edeqi)
