Pose Sidakep di Plaosan: Refleksi Ketua MKKS Antara Sejarah dan Tantangan Organisai
Di sebuah sudut Candi Plaosan, di antara relief-relief kuno yang menyimpan jejak sejarah peradaban, seorang pria berkumis berdiri dengan pose khas: sidakep-melipat tangan di dada-berkacamata hitam, dan wajah yang sulit diterjemahkan ekspresinya. Dia bukan patung tambahan di candi itu, melainkan Ketua MKKS yang tengah meresapi momen. Entah sedang merenungi kebijakan pendidikan yang kompleks, mencari inspirasi, atau sekadar mengumpulkan tenaga sebelum kembali ke realitas dunia pendidikan.
Pose sidakep-melipat tangan di dada-yang dia peragakan bisa dimaknai dalam berbagai cara. Dalam budaya Jawa, sidakep melambangkan kesiapan, introspeksi, bahkan keteguhan hati. Namun, dalam konteks Ketua MKKS yang sedang berdiri di Plaosan, pose ini seolah membawa pesan berbeda:
Apakah ini bentuk perenungan mendalam atas program MKKS yang semakin menumpuk?
Apakah ini tanda pasrah setelah sekian banyak revisi kebijakan dan tantangan yang begitu kompleks?
Ataukah ini sekadar gaya foto yang ingin tampak cool, meski dalam hati penuh tanda tanya?
Dengan kata lain Sok Cool, tapi dalam hati galauš¤
Plaosan dan Filosofi Kepemimpinan
Candi Plaosan sendiri bukan sekadar susunan batu tua. Candi ini dibangun atas dasar harmoni dan kerja sama, menjadi simbol dari penyatuan dua keyakinan besar: Hindu dan Buddha. Dalam sejarahnya, Plaosan adalah manifestasi kolaborasi antara Rakai Pikatan (seorang raja dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu) dan Pramodhawardhani (seorang putri dari Dinasti Syailendra yang beragama Buddha). Mereka berbeda keyakinan, tetapi bisa membangun sesuatu yang kokoh, indah, dan abadi.
Bukankah ini filosofi yang juga relevan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kepemimpinan MKKS? Sebuah organisasi tidak bisa berdiri sendiri tanpa kerja sama, tanpa sinergi. Setiap kebijakan yang dibuat harus mampu menyatukan berbagai kepentingan, seperti halnya Plaosan yang menjadi bukti sejarah penyatuan dua budaya.
Namun, di tengah urgensi membangun kebersamaan ini, mengapa Ketua MKKS justru memilih diam dalam pose sidakep?
Antara Mencari Wangsit dan Menghindari Deadline
Dalam dunia modern, seorang pemimpin organisasi seperti Ketua MKKS tak ubahnya seorang arsitek yang merancang fondasi pendidikan. Tapi tentu, dalam perjalanan kepemimpinan, tidak semua rencana berjalan mulus. Ada revisi program, ada kebijakan yang harus disesuaikan, ada dinamika yang tidak bisa diprediksi.
Mungkin, sidakep di Plaosan ini adalah refleksi dari semua itu. Sebuah jeda di antara kesibukan, sebuah pertanyaan yang menggantung di udara:
ā” Sudah tepatkah arah yang diambil?
ā” Masih adakah celah untuk menyempurnakan kebijakan?
ā” Ataukah ini tanda bahwa semua sudah terlalu melelahkan untuk terus dipikirkan?
Atau bisa jadi, di balik sidakepnya, Ketua MKKS justru sedang menantikan wangsitāseperti para leluhur yang dulu mencari pencerahan di tempat-tempat suci. Bedanya, wangsit yang ditunggu bukan tentang peradaban masa depan, melainkan strategi agar program MKKS bisa berjalan tanpa revisi berkali-kali.
Ketika Sejarah dan Realitas Bertemu
Plaosan tetap berdiri kokoh setelah berabad-abad. Ketua MKKS? Harus tetap berdiri menghadapi tantangan yang terus berubah. Jika Plaosan bisa menjadi saksi sejarah kejayaan masa lalu, maka sidakep Ketua MKKS di Plaosan ini bisa menjadi simbol perenungan atas masa depan pendidikan.
Sebab pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan dan rapat-rapat panjang. Kepemimpinan juga butuh momen diam sejenakāuntuk berpikir, merenung, dan mencari makna di antara ribuan agenda yang terus bergulir.
Jika Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani bisa membangun Plaosan dengan cinta dan strategi, maka mungkin sidakep Ketua MKKS di Plaosan juga punya makna tersendiri: merenung sejenak agar nanti bisa melangkah lebih mantap.
Siapa tahu, dari sidakep ini lahir keputusan besar yang akan membawa perubahan bagi MKKS ke depan. Atau⦠ya, bisa juga ini cuma pose keren yang tak disengaja.
Tapi bukankah setiap pose punya cerita tersendiri?

18 Februari 2025 @ 17:09
Haha… Sidakep untuk memandandang jauh kedepan upaya jitu yang akan direncanakan, ditindaklanjuti sehingga menghasilkan gool yang indah.