Menteri Desa Yandri Susanto Ajak Kepala Sekolah Jadi Pelopor Koperasi dan Pebisnis Desa
Serang — Kepala sekolah kini diajak mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai pemimpin pembelajaran, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi desa. Hal ini disampaikan Yandri Susanto dalam kegiatan Silaturahmi dan Sinergitas Bersama Insan Pendidikan Kabupaten Serang yang digelar pada Selasa, 14 April 2026, di Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma’mun.
Dalam arahannya, Menteri Desa PDT menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu instrumen strategis dalam pemerataan ekonomi masyarakat desa. Ia bahkan secara langsung mengajak para kepala sekolah untuk menjadi pelopor utama dalam keanggotaan koperasi tersebut.
“KDMP ini keuntungannya 100 persen kembali ke masyarakat desa. Saya sarankan kepala sekolah menjadi anggota, bahkan menjadi pelopor pertama di Kabupaten Serang,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan kemiskinan yang masih terjadi di desa harus menjadi perhatian bersama, termasuk oleh insan pendidikan. Ia pun menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat desa.
“Saya punya tanggung jawab bagaimana air mata penderitaan di desa berubah menjadi air mata kebahagiaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti program MBG (Makan Bergizi Gratis) sebagai langkah yang tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal desa seperti peternakan, pertanian, dan perikanan.
Menurutnya, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada pengawalan seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah, pengawas, kepala OPD, hingga seluruh insan pendidikan di Kabupaten Serang.
Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh pihak tidak ragu melaporkan apabila terdapat hal yang tidak sesuai dalam pelaksanaan program tersebut.
“Bapak ibu harus menjadi mata, telinga, dan pengawas di lapangan untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan higienitas benar-benar terjaga,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.
“Jangan sampai anak-anak sakit atau keracunan gara-gara MBG.”pungkasnya.
Dalam konteks tersebut, kepala sekolah dan guru juga diajak untuk melihat peluang menjadi pelaku usaha mandiri yang terhubung dengan ekosistem program MBG.
“Bapak ibu sebenarnya bisa menjadi pebisnis. Selain menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, juga bisa memanfaatkan lahan yang dimiliki, beternak atau budidaya, lalu hasilnya disuplai ke program MBG. Ini peluang yang perlu kita kawal bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, Kepala OPD terkait, pengawas, penilik, serta kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Serang dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan beasiswa secara simbolis oleh Bupati Ratu Rachmatuzakiyah kepada mahasiswa S2, S1, serta siswa dari berbagai jenjang pendidikan. (admin_dq)
