Khutbah Jumat di Masjid Daarul Ilmi SMPN 1 Ciruas Angkat Keutamaan Bulan Dzulqa’dah
Serang, 9 Mei 2025. Pelaksanaan Sholat Jum’at di Masjid Daarul Ilmi SMPN 1 Ciruas, Jumat (9/5), berlangsung khusyuk dan penuh makna. Dalam khutbahnya, Mohammad Endang Sodikin, S.Ag — guru PABP SMPN 2 Kramatwatu sekaligus Ketua MGMP BTQ Kabupaten Serang — mengangkat tema pentingnya memanfaatkan waktu-waktu mulia, khususnya bulan Dzulqa’dah, sebagai momentum peningkatan ketakwaan.
Masjid Daarul Ilmi yang terletak di Jalan Raya Serang–Jakarta Km 7, Ranjeng, Ciruas, memang pasca peresmian pembangunan, telah beberapa waktu terakhir rutin digunakan untuk aktivitas keagamaan, termasuk sholat Jum’at berjamaah yang diikuti oleh dewan guru, pegawai, peserta didik, masyarakat sekitar sekolah, dan musafir yang kebetulan melintas.
Kepala SMPN 1 Ciruas, Wahid Hasyim, menyampaikan bahwa masjid berlantai tiga hasil gotong royong para alumni ini kini telah menjadi pusat spiritualitas di lingkungan sekolah. “Alhamdulillah, setiap Jum’at masjid ini selalu dipenuhi jamaah dari berbagai kalangan. Tadi kita lihat semua lantai digunakan, tidak hanya ruang utama, tapi juga lantai bawah dan atas,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, Mohammad Endang mengawali dengan wasiat untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa bulan Dzulqa’dah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, termasuk sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (al-asyhur al-hurum), serta bagian dari bulan-bulan pelaksanaan haji.
“Dzulqa’dah adalah bulan yang diagungkan. Pada masa lalu, orang-orang Arab bahkan tidak melakukan peperangan di bulan ini. Ini adalah bulan kedamaian dan persiapan ruhani menjelang Dzulhijjah,” tutur Endang dalam khutbahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW melakukan seluruh ibadah umrahnya — kecuali yang bersamaan dengan haji — di bulan Dzulqa’dah. Selain itu, bulan ini juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari tiga puluh malam yang Allah janjikan kepada Nabi Musa AS sebelum menerima wahyu Taurat.
Endang menutup khutbah dengan harapan agar jamaah dapat menjadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan, sembari terus menjaga semangat keislaman di lingkungan sekolah maupun masyarakat umum. (Edq)
