Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Tekankan Kepemimpinan Berbasis Karakter dan Nilai UNESCO dalam Retret CKS

WhatsApp Image 2026-01-19 at 08.33.45 (1)

Cinangka —  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Drs. H. Aber Nurhadi, M.Pd, menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah harus berorientasi pada karakter, akhlak, dan proses pendidikan, bukan semata-mata pada jabatan dan administrasi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan pada hari kedua pagi (14/01/2026) Retret Calon Kepala Sekolah (CKS) SMP Kabupaten Serang di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Cinangka.

Paparan yang dimoderatori oleh Endang Daruqutni, Wakil Ketua MKKS SMP Kabupaten Serang, tersebut mengulas secara mendalam konsep pendidikan menurut UNESCO, yakni learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together, yang menurut Aber Nurhadi sejatinya sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.

Pada konsep learning to know, ia mengajak para CKS memahami secara utuh makna menjadi kepala sekolah.
“Selama ini kita tahunya hanya menyalahkan kepala sekolah. Sekarang kita belajar, sebenarnya bagaimana sih menjadi kepala sekolah itu, bagaimana bersikap, bagaimana mengambil keputusan,” ujarnya.

Selanjutnya pada learning to do, Kepala Dinas menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah memiliki batas waktu yang jelas, maksimal dua periode atau delapan tahun, sehingga sejak awal harus disiapkan konsep dan arah pengembangan sekolah.

“Jabatan kepala sekolah itu tidak seumur hidup. Tidak ada tawar-menawar, paling lama dua periode. Karena itu, dari sekarang harus sudah punya konsep mau dibawa ke mana sekolah ini,” tegasnya.

Pada aspek learning to be, Aber Nurhadi menekankan pentingnya keteguhan dan kemandirian kepala sekolah dalam menyelesaikan persoalan di satuan pendidikan. Ia mengingatkan agar kepala sekolah tidak mudah mengeluh dan selalu mengandalkan atasan sebelum berupaya menyelesaikan masalah di tingkat sekolah.

Sementara itu, learning to live together dimaknai sebagai kemampuan hidup dan bekerja bersama dalam keberagaman. Ia menekankan bahwa menjadi kepala sekolah harus dilandasi niat ibadah dan pengabdian.
“Luruskan niat. Saya ingin jadi kepala sekolah bukan untuk mencari keuntungan, tapi untuk beribadah kepada Allah, dari berangkat sampai pulang,” ungkapnya.

Dalam penguatan pendidikan karakter, Kepala Dinas menekankan pentingnya pembiasaan yang konsisten, mulai dari dipaksa, terpaksa, bisa, biasa, hingga membudaya. Ia juga menegaskan bahwa ke depan pendidikan akhlak dan moral harus menjadi orientasi utama, karena karakter yang kuat akan memudahkan penguasaan ilmu pengetahuan.

Aber Nurhadi juga mengaitkan kepemimpinan kepala sekolah dengan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, menegaskan bahwa para calon kepala sekolah pada dasarnya telah berada pada tahap penghargaan dan aktualisasi diri, sehingga dituntut terus belajar dan mewujudkan gagasan kepemimpinan di lapangan.

Ia menutup paparannya dengan menegaskan bahwa mutu sekolah ditentukan oleh proses dan tata kelola, yang harus selaras dengan peraturan perundang-undangan dan visi pemerintah daerah.
“Sekolah itu perpanjangan tangan pemerintah daerah di bidang pendidikan. Visinya jelas, Kabupaten Serang BAHAGIA. Tidak perlu membuat visi sendiri-sendiri,” tandasnya.

Paparan tersebut semakin menguatkan arah Retret CKS sebagai ruang pembekalan kepemimpinan yang tidak hanya teknis, tetapi juga berbasis nilai, karakter, dan komitmen terhadap tujuan pendidikan nasional. (Endang Dq)