Kadisdikbud Serang Ajak Kepala SMP Rawat Sekolah: Bangunan Bukan Sekadar Aset, tapi Tanggung Jawab Bersama

WhatsApp Image 2026-01-06 at 21.16.12

Serang — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang melalui Bidang Pembinaan SMP melaksanakan Rapat Dinas Pembinaan Kepala SMP se-Kabupaten Serang yang digelar selama dua sesi, Selasa–Rabu, 6–7 Januari 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Ciruas. Untuk Kegiatan di sesi 1 dilaksanakan, Selasa (6/01/2026),  yang diikuti oleh seluruh kepala SMP Negeri  dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Rapat dinas tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Drs. H. Aber Nurhadi, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dr. H. Darwinur. Turut hadir pula para Kepala Seksi di lingkungan Bidang Pembinaan SMP, di antaranya Kasi Kurikulum dan Penilaian, Husaeni, M.Pd., Plt. Kasi GTK, Hamami, serta Kasi PDPK, Elda Indriyani. Tak ketinggalan, para Pengawas SMP pun dengan penuh kebersamaan mengikuti dengan seksama jalannya rapat pembinaan.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah sebagai bagian dari aset pendidikan sekaligus aset daerah. Ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian, perawatan, dan tanggung jawab terhadap sarana dan prasarana sekolah.

“Kita tingkatkan rasa memiliki. Yuk, kita bersama-sama ke depan bagaimana meningkatkan perawatan, kepedulian, dan responsibilitas terhadap gedung-gedung kita, sekolah-sekolah kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan nyata dalam upaya rehabilitasi sarana pendidikan. Oleh karena itu, perawatan dan pengelolaan yang baik di tingkat sekolah menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Ibu bapak, kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan mencukupi untuk merehabilitasi semua sekolah. Tahun ini anggaran rehabilitasi SD sekitar Rp. 12 miliar dan SMP Rp. 12 miliar, sementara jumlah ruang kelas mencapai 783 ruang SD dan 308 ruang SMP. Maka tidak akan cukup, makanya tolong dirawat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kepala sekolah bersikap proaktif dalam menata dan mengelola fasilitas sekolah, termasuk terhadap sarana yang sudah tidak layak pakai, agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan belajar.

Selain itu, Kepala Dinas menekankan agar kepala sekolah tidak merasa khawatir jika sekolahnya belum masuk prioritas rehabilitasi, selama kondisi bangunan masih layak dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Jangan takut gedung yang masih baik tidak direhabilitasi. Untuk sekolah yang memiliki keterbatasan lahan, bisa dipertimbangkan konsep kelas tumbuh daripada memaksakan pembangunan gedung baru,” jelasnya.

Dalam konteks kepemimpinan, Kepala Dinas juga menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah jabatan atau lamanya seseorang menjabat, melainkan kontribusi nyata yang diberikan untuk kemajuan sekolah.

“Jangan bertanya berapa lama saya bekerja di sini, tapi apa yang sudah saya perbuat untuk sekolah ini,” pesannya kepada para kepala sekolah.

Menutup arahannya, Aber Nurhadi, mendorong pengelolaan sarana dan prasarana sekolah dilakukan secara profesional dan berbasis data, salah satunya dengan memanfaatkan tenaga konsultan untuk menghitung tingkat kerusakan ruang dan bangunan sekolah secara objektif.

“Gunakan konsultan untuk menghitung tingkat kerusakan ruang dan gedung sekolah, agar perencanaan rehabilitasi lebih tepat sasaran dan akuntabel,” pungkasnya.

Rapat dinas pembinaan kepala SMP ini diharapkan menjadi momentum penguatan kepemimpinan kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, dalam menjaga dan merawat sarana prasarana pendidikan sebagai wujud tanggung jawab bersama demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Serang. (edeqi)