Film Buku Harianku Jadi Media Penguatan Karakter: 250 Kepala SD-SMP Kab.Serang, Ikuti Nobar di Cinepolis,Mall of Serang

1

Serang, 14 April 2025 — Sebanyak 250 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Serang menghadiri kegiatan sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui media film Buku Harianku yang digelar di Cinepolis , Mall of Serang, Senin pagi (14/04). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Himbauan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Nomor 420/296-Disdikbud/2025 tertanggal 25 Maret 2025, serta merujuk pada surat dari Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional Forum Pemuda Pelopor Nomor 129/E/DPN-FPP/BKH/III/2025 tertanggal 10 Maret 2025.

Sejak sebelum pukul 10.00 WIB, para peserta telah memadati area bioskop dengan antusiasme tinggi. Sebanyak 150 kepala SD dan 100 kepala SMP dari berbagai kecamatan dan rayon, hadir mengikuti pemutaran film yang disutradarai oleh Angling Sagaran ini.

Film Buku Harianku mengangkat kisah inspiratif seorang anak perempuan bernama Kila, yang harus menjalani keseharian dengan tantangan sebagai anak tunggal yang harus tinggal bersama kakeknya, setelah ditinggal Ibunya, dan belajar berteman dengan sesama anak-anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam kesenderiannya, Kila menuangkan isi hati ke dalam buku hariannnya. Film ini sarat nilai-nilai karakter seperti integritas, religiusitas, mandiri, nasionalis, dan gotong royong. Pemeran utama dalam film ini antara lain Kila Putri Alam, Slamet Rahardjo Djarot, Widuri Puteri, Widi Mulia, dan Dwi Sasono.`

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menanamkan karakter pada anak sejak dini:

“Muatan yang tercantum dalam film Buku Harianku ini akan memberikan edukasi yang sangat positif untuk anak-anak kita. Karena jujur saja, saat ini terdapat krisis karakter yang berakhir pada krisis moral, dan ini harus kita eliminasi dari berbagai cara. Film ini mudah-mudahan menjadi salah satu rekam edukasi yang bisa diterima bapak/ibu sekalian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa kehadiran ratusan kepala sekolah dalam kegiatan ini adalah bentuk kesiapan untuk membentuk generasi berkarakter.

“Percuma anak-anak kita memiliki ilmu tinggi kalau tidak punya karakter yang kuat. Bagaimana menghargai diri sendiri, orang lain, memiliki tanggung jawab dan akuntabilitas. Ini semua adalah nilai-nilai karakter. Guru punya keterbatasan, tapi perlu kita kuatkan agar bisa membimbing anak-anak menentukan pilihan hidup yang baik,” tambahnya.

Setelah kegiatan ini, para kepala sekolah dihimbau untuk mensosialisasikan kembali isi film kepada para guru dan peserta didik di sekolah masing-masing, tanpa adanya unsur paksaan dalam menyampaikan ajakan menonton film ini.

Salah satu peserta, Jessica Dalila, Kepala SMPN 3 Satap Gunungsari, menyampaikan kesan mendalam:

“Filmnya luar biasa, penuh makna, khususnya untuk pembentukan karakter anak-anak kita yang kini sedang mengalami krisis karakter. Film ini mengajarkan anak-anak untuk mandiri dan saling menghargai, terutama kepada teman yang memiliki kebutuhan khusus.”

Senada, Bahriyah, Kepala SDN Gusguntur, Kecamatan Tanara, mengaku terinspirasi:

“Saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan nilai-nilai dari film ini kepada guru-guru, agar diteruskan kepada anak-anak. Banyak sekali manfaat dan hikmahnya untuk karakter anak-anak kita.”

Dengan kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang berharap proses pendidikan karakter anak semakin kuat, tidak hanya lewat kurikulum formal, tetapi juga melalui media kreatif seperti film. (edq)