MKKS SMP Kabupaten Serang Belajar Praktik Baik Kepemimpinan Transformasional di SMPN 1 Kota Batu – Malang Jawa Timur
KOTA BATU, JAWA TIMUR – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Serang melakukan kunjungan School Benchmarking and Sharing Best Practice ke SMP Negeri 1 Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026), yang juga pernah menjadi sekolah penggerak dan inklusi di beberapa tahun sebelumnya. Kegiatan yang berlangsung di Aula Multi SMP Negeri 1 Kota Batu pukul 07.30–11.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian TRANSLEAD Training (Transformational Leadership Training) MKKS SMP Kabupaten Serang Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan para kepala SMP yang tergabung dalam MKKS SMP Kabupaten Serang, pengawas SMP, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bidang Pembinaan Pendidikan SMP, serta jajaran pengurus MKKS SMP Kabupaten Serang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus MKKS SMP Kota Batu, Kepala SMP Negeri 1 Kota Batu, Tatik Ismiati beserta dewan guru.
Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi antarsekolah, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi para kepala sekolah untuk melihat secara langsung berbagai praktik baik dalam pengelolaan dan pengembangan satuan pendidikan.
Berbagai tema dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari kepemimpinan transformasional kepala sekolah, pengembangan budaya sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan inovasi sekolah, hingga strategi membangun ekosistem sekolah yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Serang, Wahid Hasyim, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan bagian penting dari proses penguatan kapasitas kepala sekolah. Menurutnya, kepala sekolah perlu terus membuka diri terhadap pengalaman dan praktik baik dari sekolah lain agar dapat memperkaya perspektif dalam mengembangkan satuan pendidikan.
“Kegiatan School Benchmarking and Sharing Best Practice ini menjadi ruang bagi kepala sekolah untuk belajar, melihat praktik baik secara langsung, kemudian mengambil inspirasi yang relevan untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. Inilah semangat kepemimpinan transformasional yang ingin kita bangun melalui TRANSLEAD Training.”
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dedi Mawardi, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang mempertemukan para kepala sekolah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
Menurut Kabid Pembinaan SMP tersebut, transformasi pendidikan membutuhkan pemimpin sekolah yang tidak hanya mampu menjalankan rutinitas manajerial, tetapi juga memiliki kemampuan melihat potensi, membangun kolaborasi, dan mendorong warga sekolah untuk melakukan perubahan.
“Kepala sekolah harus menjadi pemimpin perubahan. Karena itu, praktik baik yang kita lihat di sekolah lain harus menjadi inspirasi untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah masing-masing.” ujarnya dalam sambutan yang diberikan
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Kota Batu, Tatik Ismiati, yang juga merupakan Ketua MKKS SMP di Kota Batu, memaparkan perjalanan dan berbagai praktik baik yang dikembangkan sekolah yang dipimpinnya.
Tatik, yang dijadwalkan memasuki masa purnatugas pada April 2027, menyampaikan dua hal utama yang ingin dibagikan kepada rombongan MKKS SMP Kabupaten Serang, yakni memperkenalkan brand sekolah dan berbagi pengalaman mengenai bagaimana SMP Negeri 1 Kota Batu dikelola dan dikembangkan.
“Pertama, kami ingin mengenalkan brand sekolah kami. Kedua, kami ingin berbagi bagaimana pengelolaan sekolah kami. Kota Batu merupakan kota wisata. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin banyak pula dampak positif yang kami rasakan. Dukungan Pemerintah Kota terhadap sekolah juga sangat besar.”
Salah satu kekuatan SMP Negeri 1 Kota Batu yang kemudian menjadi perhatian peserta adalah kemampuan sekolah membangun budaya inovasi. Sekolah tidak hanya menempatkan inovasi sebagai kegiatan tambahan, tetapi berupaya menjadikannya bagian dari pengalaman belajar peserta didik.
Melalui program “1 Siswa 1 Inovasi”, siswa didorong untuk mengenali persoalan di lingkungan sekitar, menemukan gagasan pemecahan masalah, membuat karya, serta mengembangkan dan mempresentasikan hasil inovasinya. Program tersebut kemudian diperkuat dengan sistem Si Lipan (Sistem Lumbung Inovasi Pendidikan) sebagai wadah untuk menghimpun, mengelola, mengembangkan, dan mendiseminasikan berbagai inovasi pendidikan.
Praktik baik tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berhenti pada gagasan, tetapi diterjemahkan menjadi budaya dan program nyata di sekolah.
Melalui kegiatan School Benchmarking and Sharing Best Practice ini, MKKS SMP Kabupaten Serang berharap para kepala sekolah memperoleh inspirasi baru untuk memperkuat kepemimpinan, membangun budaya sekolah yang positif, memberdayakan guru dan tenaga kependidikan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MKKS SMP Kabupaten Serang untuk membangun komunitas belajar antarkepala sekolah. Dengan belajar dari praktik baik sekolah lain, setiap kepala sekolah diharapkan mampu membawa pulang gagasan, melakukan refleksi, dan mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MKKS SMP Kabupaten Serang untuk membangun komunitas belajar antarkepala sekolah. Dengan belajar dari praktik baik sekolah lain, setiap kepala sekolah diharapkan mampu membawa pulang gagasan, melakukan refleksi, dan mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan masing-masing.
Di akhir sesi diskusi dan perbincangan, Eroh Muniroh, selaku salah satu perwakilan Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan School Benchmarking tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para kepala sekolah untuk kemudian diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.
“Ini merupakan pelajaran yang baik dan silakan dapat diadopsi oleh para kepala sekolah di SMP Kabupaten Serang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penutup kegiatan, tim SMP Negeri 1 Kota Batu dan rombongan MKKS SMP Kabupaten Serang saling bertukar cendera mata khas daerah masing-masing sebagai simbol persahabatan, apresiasi, dan jalinan silaturahmi antarlembaga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan penutupan oleh Kepala SMP Negeri 1 Kota Batu, Tatik Ismiati, S.Pd.
Belajar dari praktik baik, berbagi pengalaman, dan bergerak bersama menjadi semangat utama TRANSLEAD Training MKKS SMP Kabupaten Serang Tahun 2026 dalam mendorong lahirnya kepemimpinan sekolah yang transformatif dan berdampak. (Admin_Dq)
