DISDIKBUD DAN KEMENAG SERANG DUDUK BERSAMA, PERKUAT PENDIDIKAN DINIYAH MELALUI KURIKULUM TERINTEGRASI
Serang, 21 April 2026 — Sinergi kuat antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang dengan Kementerian Agama Kabupaten Serang kembali ditegaskan melalui kegiatan Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar dalam Penguatan Pendidikan Diniyah yang berlangsung di Hotel Puri Kayana, Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kebijakan, pengawas, serta kepala sekolah dalam satu ruang dialog terbuka untuk menyatukan langkah dalam menguatkan implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dalam seluruh mata pelajaran.
“Bagaimana nilai-nilai agama masuk ke dalam pelajaran bapak/ibu_baik olahraga maupun mata pelajaran lainnya, semua harus terintegrasi dengan nilai-nilai agama. Tidak ada lagi anggapan hari ini kalau ada anak nakal itu seolah kesalahan guru agama saja. Kita semua adalah guru agama, hanya spesifikasinya yang berbeda. Semua guru wajib mengajarkan ketauhidan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Serang, Uesul Qurni, menyoroti pentingnya kesinambungan pendidikan diniyah sejak dini.
“Sejak kelas tiga SD, anak-anak harus sudah masuk madrasah diniyah dan mengikuti proses pembelajarannya. Jika tidak, maka ketika masuk SMP dan harus memiliki syahadah diniyah, berpotensi terjadi manipulasi bagi siswa yang belum menyelesaikan proses belajarnya di madrasah. Oleh karena itu, agar berkesinambungan, kita perlu duduk bersama menyusun kurikulum yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kurikulum madrasah diniyah, khususnya pada jenjang takmiliyah hingga ulya, perlu diperkuat meskipun dalam praktiknya masih banyak yang belum berjalan optimal.
“Karena wustho, diniyah tingkat lanjut ini masih belum merata, biasanya dilaksanakan di pondok pesantren. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus kita benahi,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan pentingnya momentum kebersamaan dalam merumuskan langkah ke depan.
“Ini kesempatan baik bagi kita untuk bersama-sama merumuskan bagaimana cara menerapkan perda. Harapannya, kita bisa segera menyusun peraturan bupati (Perbup) secara bersama-sama dengan Dinas Pendidikan, para pengawas, para guru, serta seluruh pemangku kepentingan, agar terbangun kesinambungan antara ula, wustha, dan ulya,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu Pokjawas PAI SMP Kabupaten Serang, yang juga turut hadir, Panca sugara, menegaskan pentingnya penguatan implementasi di lapangan melalui pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKMDT) Kabupaten Serang, Hasanudin, juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara sekolah dan madrasah diniyah.
“Kami berharap kepada para kepala SMP untuk terus berkomunikasi dengan pengurus FKMDT dan kepala madrasah diniyah di setiap kecamatan. Jika ada hal yang perlu diinformasikan atau disosialisasikan, terutama terkait penguatan pendidikan diniyah atau syahadah diniyah sebagai syarat masuk SMP, maka koordinasi harus terus dibangun,” ungkapnya.
Kegiatan yang dikemas dalam format talkshow ini berlangsung penuh khidmat dan dialogis. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu Ibu Kita Kartini, suasana kebersamaan dan semangat kebangsaan begitu terasa di antara para peserta ditandai dengan banyaknya kepala sekolah yang aktif bertanya dalam sesi dialog.
Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa penguatan pendidikan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual peserta didik.
Melalui sinergi, komunikasi, dan komitmen bersama, Kabupaten Serang terus melangkah maju dalam mewujudkan pendidikan yang berintegritas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Pendidikan diniyah kuat, generasi berakhlak, Serang semakin bermartabat. (admin_edq)
